Home » » ARTIKEL INI ADALAH BUKTI BAHWA INJIL TELAH DI PALSU KAN

ARTIKEL INI ADALAH BUKTI BAHWA INJIL TELAH DI PALSU KAN

Artikel ini adalah Bukti bahwa:

   1.Injil telah di amandemen ( Kayak UUD 45 aja...)
   2.Injil teleh terkontaminasi tangan tangan manusia.


 

Mengenai Bible (1)

Kitab ini diturunkan pada Nabi Isa a.s dalam bahasa Yahudi Kuno(Ibrani).

Kitab pertama yang asli telah dimusnahkan oleh Paulus dari pihak Gereja Pauline pada 325 M. Semua naskah Injil
yang bertentangan dengan Injil resmi kerajaan Romawi saat itu dibakar. Siapa saja yang memiliki salinan naskah
asli dihukum mati. Kitab Injil tertua saat ini ada dalam bahasa Yunani Kuno, bukan Yahudi kuno (Ibrani). Terdiri
dari Kitab Perjanjian Lama (Old Testament) yang berisi Taurat dan Zabur serta Kitab Perjanjian Baru (New
Testament) yang berisi Injil Markus, Matius, Lukas dan Yahya, perkataan Nabi Isa dan surat pendakwah (Paulus
).

Siapakah Yang Menulis Injil.

Di dalam kitab Injil terdapat 2 bagian yaitu Kitab Perjanjian Lama dan Kitab Perjanjian Baru. Namun begitu Umat
Kristian melarang penganutan terhadap Kitab Perjanjian Lama. Sebelum diadakan usaha-usaha membentuk kitab
Perjanjian Baru, kitab Injil terdiri daripada 75 bab / surah. Surah ini dikarang oleh perseorangan atau kumpulan
pendeta. Inilah yang menyebabkan kitab tersebut mengandung banyak pertentangan dan perbedaan yang serius
dan nyata. Pengumpul-pengumpul kitab tersebut juga tidak hidup semasa zaman Nabi Isa atau tatkala Nabi Isa
masih hidup. Kebanyakan mereka lahir selepas 20-40 tahun setelah peristiwa penyaliban.

Kitab Perjanjian Baru ini baru ada semasa persidangan Nicea pada tahun 325 M di mana semua ketua gereja
berkumpul untuk menentukan kembali isi kitab Injil. Sejumlah 27 risalah saja dari sekian banyak risalah
ditentukan sebagai yang betul, setelah itu 27 risalah ini dijilidkan menjadi kitab Perjanjian Baru.

Kitab perjanjian ini terdiri dari sejarah dan pelajaran. Bagian sejarah terkandung dalam Injil Matius, Markus,
Lukas dan Yahya. Sementara bagian pelajaran terdiri dari 21 risalah yaitu : 14 risalah Paulus, 3 risalah Yahya, 2
risalah Petrus, 1 Yakub dan Yahuda.

Injil Matius

Nama Injil Matius diambil dari nama pendeta Matius dari gereja Alexandria Mesir dalam bahasa Hebrew. Beliau
dipercayai sebagai orang pertama yang menghasilkan risalah kandungan sejarah. Hasil karangan Matius ini
dikarang 20 – 27 tahun setelah Nabi Isa tiada. Bahkan kitab asli karangan Matius sendiri telah hilang, ini diakui
sendiri oleh umat Kristian. Setelah itu injil dalam Bahasa Yunani dijumpai, dan dikatakan sebagai Injil karangan
Matius. Banyak tokoh Kristian menolak pendapat bahwa Injil ini merupakan karangan Matius, tetapi sebaliknya
merupakan karangan gurunya, Petrus.

Injil Lukas

Injil Lukas diambil dari nama pendeta Lukas dari tahun 25 – 30 M. Beliau juga tidak pernah bertemu Nabi Isa.
Banyak tokoh Kristian sendiri mengakui bahwa Injil karangan Lukas merupakan fakta palsu yang bukan
merupakan ajaran Nabi Isa. Sebenarnya beliau mengarang injil ini disebabkan tekanan geeja waktu itu. Begitu
juga dengan Markus dan Yahya. Kesemuanya tidak pernah hidup sezaman dengan Nabi Isa.

Injil Yahya

Kitab Injil Yahya diambil dari nama pendeta Yahya atau lebih dikenal sebagai Yohanes. Beliau merupakan putera
saudara perempuan Maryam yaitu ibu Nabi Isa. Yahya mengarang injilnya dalam bahasa Yunani antara tahun 45 –
65 M. Banyak pendeta meragukan kandungan Injil Yohanes ini. Bahkan Encyclopedia Britanica menegaskan
bahwa Injil yahya tidak syak lagi di karang oleh seorang mahasiswa Institusi Iskandariah dan bukannya karangan
Yahya.

Persoalan mengapa di dalamnya berisi Taurat juga tidak dapat di jawab dengan pasti dan tepat. Ini mungkin juga
merupakan bukti bahwa orang Yahudi selalu ingin memalsukan fakta Injil asli, karena bagi mereka, Yahudi,
mereka senang bila dapat menyesatkan kaum Kristian dari ajaran asli Nabi Isa, dan mereka berhasil.

Persidangan Nicea

Menurut perkiraan para ahli sejarah, kitab Injil yang masih asli belum diikuti campur tangan para pendeta, masih
ada hingga 325 M. Setelah tahun 325 M, kitab ini mulai dinodai oleh Raja Konstantin Rom pada Persidangan
Nicea. Karena semasa persidangan ini terdapat perdebatan dan pertentangan pendapat mengenai ketuhanan dan
kenabian Isa, perdebatan dalam ajaran pokok, akidahnya.

Satu pendapat (Golongan Arius) mengatakan bahwa Nabi Isa hanyalah seorang manusia dan Nabi yang membawa
ajaran agama dari Tuhan. Satu pihak lagi mengatakan bahwa Nabi Isa ialah "anak Tuhan". Pendapat tentang Isa
"anak tuhan" ini didukung oleh pihak gereja dari Alexandria yang diketuai oleh penolong Bishop Iskandariah
bernama Athanasius.

Raja Konstantin mempunyai niat tersirat untuk campur tangan dalam hal agama, demi menjaga hak politiknya
agar tidak jatuh ke tangan orang lain. Semasa persidangan tersebut, sebanyak 2048 orang Uskup telah hadir
untuk membincangkan perselisihan pendapat mengenai Nabi Isa.

Sebanyak 1730 orang telah setuju bahwa Nabi Isa adalah seorang manusia biasa yang diutus Allah, 318 orang
mengatakan bahwa Isa ialah Anak Tuhan. Walau bagaimanapun majoritas pendapat ini ditolak mentah-mentah
Raja Konstantin dan mengambil pendapat minoritas, yaitu Nabi Isa adalah seorang anak Tuhan.

Arius ketua pendukung bahwa Nabi Isa bukan anak Tuhan.

Arius (250-336 M) adalah salah seorang murid utama Lucian berbangsa Libya yang juga bersama-sama dengan
gurunya menegakkan ajaran Tauhid kepada Allah, Arius merupakan seorang presbyter (ketua majelis agama /

gereja) digereja Baucalis Alexandria, salah satu gereja tertua dan terpenting di kota itu pada tahun 318 M.

Sejak mangkatnya Lucian pada tahun 312 M ditangan orang-orang gereja Paulus, perlawanan Arius terhadap
doktrin Trinity semakin memuncak, dan dalam perjuangannya ini, Arius mendapatkan dukungan dua orang
saudara Kaisar Constantin yang bernama Constantina dan Licunes.

Arius dianggap sebagai seorang pemberontak Trinity dengan mendasarkan

teori:

"Jika Jesus itu benar-benar anak Tuhan atau Tuhan itu sendiri, maka Bapa harus ada lebih dahulu. Oleh karena
itu harus ada "masa" sebelum adanya anak. Artinya anak adalah makhluk. Maka anak itu pun tidak selamanya
ada atau tidak abadi. Sedangkan Tuhan yang sebenarnya haruslah abadi, berarti Jesus tidaklah sama dengan
Tuhan."

Atas pandangan Arius tersebut, sebanyak 100 orang pendeta Mesir dan Libya berkumpul untuk mendengar
pandangan Arius. Pada waktu inilah juga Arius mengemukakan kembali pendangannya :

"Ada masa sebelum adanya Jesus, sedangkan Tuhan sudah ada sebelumnya. Jesus ada kemudian, dan Jesus
hanyalah makhluk biasa yang bisa binasa seperti makhluk-makhluk lainnya. Tetapi Tuhan tidak mungkin binasa."

Arius memperkuat pendapatnya dengan sejumlah ayat-ayat Bible seperti Yohanes 14:8, "Bapa lebih besar
daripada Jesus"; Seandainya kita mengakui bahwa Jesus adalah sama dengan Tuhan, maka kita harus menolak
kebenaran ayat Yohanes tersebut.

Pendapat Arius ini secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut : „Jika Jesus memang "anak Tuhan", maka
akan segera disertai pengertian bahwa "Bapak Tuhan" haruslah ada terlebih dahulu sebelum adanya sang
"Anak".

Oleh sebab itu tentulah akan terdapat jurang waktu ketika "Anak" belum ada. Oleh karena, "Anak" adalah
makhluk yang tersusun dari sebuah "esensi" atau makhluk yang tidak selalu ada.

Dan Tuhan merupakan suatu zat yang bersifat mutlak, kekal, tidak terlihat dan berkuasa, maka Jesus tidak
mungkin bisa menjadi sifat yang sama sebagaimana sifat Tuhan.

Argumen Arius ini tidak dapat dilawan lagi, maka mulai tahun 321 M Arius dikenal sebagai seorang presbyter
pembangkang. Ia mendapat banyak dukungan dari Uskup-uskup daerah Timur. Hal ini membuat Alexandria (yang
pernah menghukum mati Origen tahun 250 M) menjadi semakin marah.

Arius pula orangnya yang sangat menentang keras keputusan Nicea pada tahun 325 M, sehingga senantiasa
mendapatkan tantangan dari orang-orang gereja Paulus. Pada tahun 336 Arius dibunuh di Constantinopel dalam
satu muslihat yang licik.

Setelah pembunuhan ini segala usaha menentang trinitas dilawan habis-habisan. Naskah Injil diseragamkan.
Naskah yang tidak sama dengan pihak Gereja Pauline dimusnahkan, dihapuskan di bumi Kerajaan Romawi. Inilah
sejarah awal tersesatnya ajaran Kristian.

Dalam persidangan Nicea, beberapa Doktrin diperkenalkan, diantaranya Doktrin Trinitas dan Doktrin Penebusan
Dosa. Konsep Trinitas sebenarnya telah direka oleh Athanasius, seorang pegawai Gereja Mesir dari Iskandariah,
diterima oleh Majelis Nicaea pada 325 M.

Konsep Trinity [KeEsaan Tiga] ini serupa filsafat Plato, kepercayaan Yunani, ‘Neo - Platonisme" yang
mempercayai "Tiga Kekuatan". Kemungkinan doktrin trinitas tertulari kepercayaan Yunani kuno ini. Trinity yang
di pelopori oleh Paulus merupakan ajaran agama Yunani- Romawi, yaitu kerajaan yang berkuasa di Rom pada
masa itu. Jadi paham trinitas dari Katolik Roma atau pun aliran kristen yang lain jelas merupakan hasil proses
masuknya ajaran lain dalam ajaran Isa, dan bukannya ajaran asli Nabi Isa sendiri !.

Begitu juga dengan Dokrin Penghapusan Dosa yang dipelopori Gereja Alexandria di mana mereka mengatakan
bahwa Nabi Isa telah disalib demi tujuan menyelamatkan seluruh umat manusia. Ajaran ini juga jelas hasil proses
masuknya ajaran agama romawi Kuno. Hari Minggu yang dianggap hari Suci bagi agama Kristian merupakan hasil
pengaruh daripada Kepercayaan ini dan tanggal 25 Desember yang diperingati sebagai Natal, Sebenarnya
merupakan tanggal kelahiran tuhan Matahari mereka yaitu "Mithra" dan jelas bukan tanggal lahir Nabi Isa.
 
 

Mengenai Bible (2)

Mulai tahun 1582 di Rheims, Bible diterjemahkan dari bahasa Latin
berdasarkan Bible Versi Tyndale. (Yang digunakan Gereja Katolik
Rom) juga dikenali sebagai Roman Katolik Version. Ini merupakan
versi bible yang tertua yang dikenal.

Sejak itu sebanyak 4 kali terjemahan telah dibuat. Pada tahun 1611 King
James I telah memerintahkan supaya dilakukan penulisan ulang karena
terdapatnya pertentangan yang meragukan. Versi penulisan ulang ini
kini dinamakan King James Version (KJV) yaitu dengan tidak
memasukkan 7 buku kecil (bab). Versi ini selanjutnya dirilis ulang pada
tahun 1881 dan diperbaharui pada tahun 1952 dan 1971. kedua Versi
terakhir ini dinamakan Revised Standard Version (RSV).

Collin yaitu percetakan yang mengeluarkan Revised Standard Version (
RSV ) melaporkan bahwa :

"Meskipun begitu, Versi Raja James memiliki cacatan-cacat yang
serius, dan cacat ini ada terlalu banyak dan terlalu serius sehingga satu
penulisan ulang masih benar-benar diperlukan."

Pada masa kini terdapat lebih kurang 1.500 naskah Bible pelbagai
bahasa, telah diterjemahkan ke dalam bahasa ibu suatu negara dan
ethniknya. Bagaimana pula jauhnya penyimpangan mengingat
keterbatasan kosakata setiap bahasa? Dan manakah yang bisa
dijadikan standar pengajaran?

Umat Kristian sendiri ada yang secara jujur dan arif mengakui bahwa
Injil telah dinodai oleh tangan mereka sendiri. Bagaimanakah umat
Kristian di Indonesia, apakah berani sejujur ini ? :

1. The Bible Society Of Singapore, Malaysia & Brunei 1987 Perjanjian
Baharu Berita Baik Untuk Manusia Moden Pendahuluan

"…….Walaupun kandungan kitab-kitab ini berlainan, tetapi diseluruh
kitab ini pokok fikirannya satu. Kesatuannya ialah bahwa kasih Allah
telah dinyatakan kepada manusia dengan perantaraan Yesus Kristus.

"Tiap-tiap kitab didahului oleh pendahuluan, yang menerangkan pokok

fikiran dan garis besar kitab itu. Ayat yang ditandai dengan [ ]

bererti ayat tersebut tidak terdapat pada naskah perjanjian Baharu yang
tertua dan terbaik.

Contoh ayat yang memiliki tanda [ ] dalam Perjanjian Baru :

1. Matius 6 : 13

… [ Engkaulah raja engkaulah,dan engkaulah yang mempunyai kuasa
dan kemuliaan selama-lamanya ]

2. Matius 23 : 14

[ alangkah dasyatnya bagi kamu guru-guru Taurat dan orang Farisi :
kamu munafik! , kamu memperdayakan janda-janda dan merampas
rumah-rumah mereka, lalu berpura-pura berdoa panjang-panjang, sebab
itu, hukuman kamu akan menjadi lebih berat.! ]

3. Markus 7 : 15

[ Sebab itu, jika kamu bertelinga, dengarkanlah! ]

4. Markus 10 : 44 & 46

[ Di sana ulatnya tidak mati-mati dan apinya tidak padam-padam ] 44 [
Di sana ulatnya tidak mati-mati dan apinya tidak padam-padam ] 46

5. Lukas 17 : 36

[ Dua orang laki-laki yang sedang berada di ladang : seorang akan , dan
seorang lagi ditinggalkan ]

6. Lukas 22 : 19 – 20

" inilah tubuhku [ yang diberikan untuk kamu. Buatlah sedemikian
untuk memperingati aku." ………. "cawan ini ialah perjanjian Allah
yang Baharu, yang dimenteraikan dengan darahku, darah yang
ditumpahkan untuk kamu ]

7. Lukas 22 : 43 – 44

[ Seorang malaikat tampak kepadanya dan menguatkannya karena
penderitaan nya lebih tekun lagi dia berdoa, sehingga peluhnya menitik
ke tanah seperti darah. ]

8. Lukas 23 : 17

[ Pada tiap perayaan paskah, Pilatus melepaskan seorang tahanan bagi
rakyat ]

Bukti di atas merupakan sebagian saja yang telah ditambah dan
berapakah jumlah ayat yang telah ditambah / dikurangkan sebenarnya?
Tidak diketahui jumlahnya !. Sejarah telah jujur dan nyata membuktikan
bahwa Injil telah mengalami banyak perubahan selama berabad-abad.
The Revised Standard Version 1952 & 1971, The New American
Standart Bible dan The New World Transalation Of The Holly scriptures
telah menghapuskan beberapa ayat dalam The King James Version.
Reader’s Digest telah mengurangi isi kandungan Kitab Perjanjian Lama
sebanyak 50 % dan Kitab Perjanjian Baru sebanyak 25 %.

Persoalan yang timbul di sini ialah :

- Dari mana datangnya ayat di atas ?

- Siapa yang mengarang ayat tersebut ?

- Sebenarnya ayaqt mana saja yang masih perlu diuji kesahihannya?

"Di antara mereka itu ada satu golongan yang memutar belitkan
lidahnya dengan (membaca) Kitab supaya kamu kira bahwa kitab itu
dari Allah padahal ianya bukanlah dari sisi Allah dan sedang mereka
berdusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui...." (Surah 3:78)

Contoh peristiwa besar yang bertentangan dengan akal atau ayat yang

saling bertentangan :

1. Nabi Daud berzina dengan istri orang lain

II Samuel 11 : 4-5

"Dan Nabi Daud mengantar para utusan, dan mengambilnya (isteri
Uriah); lalu ia datangi dan tidur bersama maka setelah perempuan itu
membersihkan dirinya, lalu kembali ke rumahnya. Dan wanita itu telah
hamil, lalu mengirim dan memberitahu Daud dan katanya saya bersama
bayi".

Mungkinkah ini ayat dari Allah? Atau ditulis oleh rasul suci ?
Berpikirlah !

2. Nabi Nuh Mabuk dan Bugil

Kejadian 9 : 23 – 24

" Dan Shem dan Japhet mengambil sehelai pakaian, dan meletakan di
atas bahu mereka, dan berjalan undur ke belakang dan menutup tubuh
bapanya yang telanjang dan muka mereka membelakangi bapa mereka
agar tidak melihat tubuh bapa mereka yang bugil itu. Dan Nuh tersadar
dari araknya, dia tahu apa yang telah dilakukan oleh kedua anaknya".

Apakah Allah mengutus Nabi Nuh yang digambarkan berperilaku
seperti itu ? Berpikirlah ! Mungkinkah ini penyelewengan yang
dilakukan Yahudi untuk menyesatkan kaum kristian?

3. Kematian Yudas Pengkhianat, bandingkan !

Matius 27 : 3 - 5

"… Bila Yudas melihat Yesus telah dijatuhkan hukuman mati, dia
menyesal lalu dia mengembalikan 30 uang perak upahnya kepada imam
Yahudi; dan berkata : Aku telah berdosa mengkhianati orang yang tidak
berdosa sehingga dihukum mati. Yudas melempar uang itu ke dalam
bilik sembahyang , lalu dia menggantungkan diri.

Kisah Para Rasul 1 : 18 – 19

Apa yang terjadi yaitu dengan uang yang diterima Yudas dari
perbuatannya yang jahat itu, dia membeli sebidang tanah. Di situ dia
tersungkur mati. Badannya terbelah dan perutnya terburai. Semua orang
yang tinggal di Yerusalem mendengar kejadian ini."

4. Misteri Malkisedik

Ibrani 7 : 1 – 3 : "Adapun Malkisedik itu, yaitu raja di Salem dan Imam
Allah Taala, yang sudah berjumpa dengan Ibrahim tatkala Ibrahim
kembali daripada menewaskan raja-raja lalu diberkatinya Ibrahim."
"Kepadanya juga Ibrahim sudah memberi bagian sepuluh esa. Makna
Malkisedik itu kalau diterjemahkan, pertama-tama artinya raja
keadilan, kemudian pula raja di Salem, yaitu raja damai." Yang tiada
berbapak dan tiada beribu, dan tiada bersilsilah dan tiada berawal atau
berkesudahan hidupnya, melainkan ia disamakan dengan Anak Allah,
maka kekallah ia imam selama-lamanya."

Jelas sekarang, bahwa Malkisedik seorang raja di Salem tanpa bapa
dan ibu, malah tiada silsilahnya. Apakah cerita yang disebutkan dalam
Kitab Injil ini benar ayat dari Allah atau cuma dongeng purba atau
dongeng sebelum bobo buat adik bayi kita supaya tertidur ?

Kalau umat Kristian memuja kehebatan Yesus, memujanya anak tuhan,
bahkan Tuhan itu sendiri, yang tidak berawal serta berakhir, maka
kenapa Malkisedik yang sakti mandraguna ini tidak diangkat sebagai
salah satu cabang Tuhan juga ? mungkin bisa menjadi tokoh ke-4
memainkan peranan Tuhan.

Yesus ternyata tewas dibanding Malkisedik, Yesus masih dilahirkan
oleh Mariam atas kekuasaan Tuhan Bapa, sementara Malkisedik tidak
memiliki Bapa dan tidak memiliki ibu sama sekali, silsilahnya pun tidak
ada.

Jika memang Malkisedik ini kekal. Dimana beliau sekarang berada dan
sedang ngapain? Jadi masih mungkinkah kitab ini dipercaya, atau yang
mempercayainya masih serupa mereka yang mempercayai keris, tanpa
ilmu pengetahuan, hanya kebutaan ?
  
 
 

Mengenai Bible (3)

Kitab Suci / Holy Bible dalam agama kristen itu terbagi dalam dua
bagian, yaitu : Old Testament (Perjanjian Lama) dan New
Testament(Perjanjian Baru). Literatur kristen dalam bahasa Indonesia
memanggil salinan kitab suci itu dengan "Alkitab".

Biblia, yang merupakan Kitab Suci dalam agama Yahudi, dipanggil oleh
pihak kristen dengan Perjanjian Lama dan merupakan bagian dari kitab
suci agama kristen. Biblia itu terbagi atas tiga bagian : Torah dan
Nebiim dan Kethubiim.

Kitab suci agama Yahudi itu disebut juga „Perjanjian". Inti isinya
termaktub dalam Sepuluh Perintah (Ten Commadments) seperti termuat

dalam Keluaran (20: 1-12) dan dalam Ulangan (5:1-21), yang merupakan
perjanjian Yahuwa dengan bani Israil. Sepuluh Perintah itu termuat
dalam dua buah Luh, yang dibawa turun oleh Nabi Musa dari puncak
sebuah bukit batu di semenanjung Sinai, yang pada puncak yang
terpandang suci itu Nabi Musa menerimakan perjanjian dari Allah Maha
Kuasa (Yahuwa)

Di dalam hubungan perjanjian Yahuwa dengan bani Israil itu, Kitab Suci
Al-Qur'an dari agama Islam menyebut „Perjanjian" tersebut dalam

berbagai Surah dengan al-Mitsaq , (Baqarah, 27; Ra'ad, 27; Nisak, 153;
Maidah, 15; Baqarah, 63, 84,93; dan berbagai Surah lainnya), yang
bermakna: Perjanjian.

Karena pihak kristen berpendirian bahwa ketetapan yang diberikan
Allah Maha Kuasa kepada Jesus (Isa Al-Masih) itu pun merupakan
perjanjian, maka lahir dua istilah dalam dunia kristen, yaitu : Perjanjian
Lama dan Perjanjian Baru.

Perjanjian Baru / New Testament

Perjanjian Baru merupakan kitab suci yang paling azasi dalam agarna
kristen sekalipun dunia kristen itu mengakui kitab suci agama Yahudi
merupakan bagian dari kitab sucinya juga.

Perjanjian Baru itu terbagi atas empat bagian :

1. Gospels (himpunan Injil) terdiri atas empat Injil :

a. Injil Matius, karya Matius.

b. Injil Markus, karya Markus.

c. Injil Lukas, karya Lukas.

d. Injil Yahya, karya Yahya.

2. Acts of Apostles (Kisah Rasul-Rasul) terdiri atas sebuah kitab saja,

yang merupakan karya Lukas.

3. Epistles (himpunan Surat) terdiri dari 14 buah Surat Paulus (Rum,
Korintus Pertama, Korintus Kedua, Galatia, Epesus, Pilipi, Kolose,
Tesalonika Pertama. Tesalonika Kedua, Timotius Pertama, Timosius
Kedua, Titus, Pilemon, Ibrani, 1 buah Surat Yakub (James), 2 buah Surat
Peterus, 3 buah Surat Yahya, 1 buah Surat Yahuda.

4. Apocalypse (Wahyu) terdiri' atas sebuah kitab saja, yang merupakan
karya Yahya.

Perbandingan luas isi dari keempat-empat bagian itu, dengan meminjam
Kitab Perjanjian Baru cetakan 1955 yang diterbitkan Gedung Alkitab di
Jakarta, tercatat sebagai berikut :

Injil Matius : 93 halaman

Injil Markus : 60 halaman

Injil Lukas : 97 halaman

Injil Yahya : 74 halaman

Kisah Rasul-Rasul : 90 halaman

Surat Paulus : 216 halaman

Surat-surat lain : 43 halaman

Kitab Wahyu : 45 halaman

jumlah : 718 halaman

Melihat perbandingan luas isi di atas dapat disimpulkan suatu fakta
bahwa himpunan Surat-Surat Paulus itu merupakan bagian yang sangat
dominan di dalam Perjanjian Baru itu.

Synoptic Gospels

Keempat Injil di atas itu adalah tulisan empat tokoh mengenai
peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Jesus, semenjak lahir sampai

menjalankan missinya dalam wilayah Galelia (Palestina Utara) dan
terakhir dalam wilayah Judea (Palestina Selatan).

Tiga Injil yang pertama (Matius, Markus, Lukas) itu disebut dengan
Synoptic Gospels, yakni Injil-Injil yang hampir bersamaan isinya.

Sekalipun dijumpai perbedaan-perbedaan kecil di sana sini mengenai
urutan Silsilah, urutan Kejadian, ragam Peristiwa, akan tetapi dalam

rangka keseluruhannya hampir bersamaan.

Kalangan Sarjana-sarjana-Bible (Biblical Scholars), yang melakukan
penelitian secara intensif terhadap satu persatu Injil itu,

menyimpulkan bahwa masing-masing penulis Injil sama-sama memungut
dari suatu Sumber Asal, akan tetapi Sumber-Asal (Q) itu sudah tidak
dijumpai kini dan tidak dikenal sama sekali.

Sebaliknya Injil Yahya mempunyai cara sendiri di dalam mengisahkan
kehidupan beserta missi dari Jesus itu. Baikpun urutan Kejadian
maupun ragam peristiwa agak jauh berbeda dengan 3 Injil yang disebut
Synoptic Gospels itu.

Perbedaan lainnya bahwa 3 lnjil yang pertama itu bercerita dalam bentuk
yang sederhana dan mudah dipahami, akan tetapi Injil Yahya telah
dipenuhi oleh ungkapan-ungkapan filosofis.

Perbedaan lainnya yang sangat tajam sekali ialah mengenai lama missi
yang dijalankan Jesus dalam wilayah Galelia dan wilayah Judea itu. 3
Injil pertama bercerita bahwa Jesus Kristus itu menjalankan missinya
dalam masa satu kali Perayaan Paskah, lalu tertangkap pada masa
perayaan Paskah itu di Jerusalem. Jadi, Jesus menjalankan missinya
dalam tempo lebih kurang satu tahun saja.

Tetapi Injil Yahya bercerita bahwa Jesus Kristus itu menjalankan
missinya dalam masa tiga kali Perayaan Paskah, dan terakhir ditangkap
dalam Perayaan Paskah di Jerusalem. Jadi menurut Yahya, Jesus
Kristus menjalankan missinya dalam tempo 3 tahun, bukan satu tahun
seperti keterangan ketiga Injil yang tergolong Synoptic Gospels itu.

Keempat Injil itu disusun penulisnya di dalam bahasa Greek kuno
(Yunani). Sedangkan Jesus Kristus lahir dan hidup dalam lingkungan

masyarakat Yahudi di Palestina, yang dewasa itu berada di bawah
kekuasaan imperium Roma, dan menjalankan missinya dalam
lingkungan masyarakat Yahudi itu, yang dewasa itu cuma mengenal dan
mempergunakan bahasa Arainik yaitu suatu dialek dari bahasa Ibrani
(Yahudi).

Nazarenes dan Christians

Pengikut Jesus yang pertama sekali terdiri atas kelompok-kelompok
Yahudi dalam wilayah Galelia maupun Judea, yang oleh kalangan

Sarjana-sarjana Bible (Biblical Sholan) disebut dengan Early Christians,
yakni Orang kristen yang pertama sekali.

Pada masa hidup Jesus sendiri maupun masa berikutnya belum dikenal
sebutan orang kristen (Christianis). Mereka itu cuma disebut oleh
kalangan lainnya, terutama oleh pihak-pihak yang menantang Jeus,
dengan sebutan Nazarenes. Yakni para pengikut Nazareth. Hal itu
disebabkan Jesus sekalipun dilahirkan di Bethlehem, akan tetapi
keluarganya menetap di kota-kecil Nazareth dalam wilayah Galelia.

Oleh sebab itulah para mukmin pertama itu disebut pihak lawannya
dengan pengikut orang Nazareth atau Nazarenes. Dari sebutan
Nazarenes itulah lahir sebutan Nashara dalam bahasa Arab dan sebutan
Nasrani dalam bahasa Indonesia.

Sedangkan sebutan Christians (Kristen) baru muncul pada masa
belakangan, jauh sepeninggal Jesus. Sebutan itu bermula lahir di kota
besar Antiokia di Syria Utara, sewaktu Barnabas dan Paulus
menjalankan missinya di kota besar itu, yang mempunyai kedudukan
sebagai ibukota imperium Roma untuk wilayah belahan Timur.

Disebabkan Barnabas dan Paulus di dalam missinya tidak henti-hentinya
menyatakan dan menegaskan bahwa Jesus itu adalah Christos
(AI-masih) maka orang sekitarnya memanggilkan mereka itu dengan
para pengikut Kristus (Christians). Dari situlah lahir sebutan Orang
kristen di dalam bahasa Indonesia.

Jesus wafat, menurut A. Powell Davies di dalam The First Christian
cetakan 1957 halaman 13, sekitar tahun 29 Masehi. Pendapat itu

dikukuhkan oleh Hugh J. Schonfield dalam The Authentic New
Testament cetakan 1958 halaman XIV.

Sedangkan peristiwa pada kota-besar Antiokia itu terjadi, menurut Hugh
J. Schonfield, sekitar tahun 46-48 masehi. Jadi Iebih kurang dua puluh
tahun sepeninggal Jesus barulah muncuI sebutan Christians (orang
Kristen).

Early Christians (Kristen Pertama) dan Gentile Christians (Orang
Kristen Asing / Berikutnya)

Pada akhirnya pecah sengketa sengit antara Barnabas dengan Paulus
pada kota-kota besar Antiokia itu (Kisah Rasul-Rasul, 15 :39), dan juga
Peteros dengan Paulus pada kota-besar Antiokia itu ia, 2: 11-21 ). Inti
pokok yang menyebabkan sengketa itu tidak pernah dijelaskan di dalam
Kisah Rasul-Rasul, akan tetapi hal itu akan dicoba dijelaskan dalam
uraian berikut.

Karena sengketa sengit itu Paulus bersama Silas meninggalkan
kota-besar Antiokia untuk selama-lamanya (Kisah Rasul-Rasul,
15:40-41) menuju Asia Kecil dan Makedonia dan semenanjung Achaia
(Grik) guna mengembangkan ajarannya dalam lingkungan orang Grik
dan mereka itulah yang disebut dengan Gentile Christians (Orang
kristen Asing).

Sebutan itu lahir dalam dunia kristen untuk membedakan kelompok
Pengikut yang Baru itu dengan Kristen Petama, Early Christians, yakni
para pengikut Jesus Kristus yang mula-mula dalam lingkungan
masyarakat Yahudi di Palestina, yang disebut dengan Nazarenes itu.

Para pengikut yang pertama diyakini telah musnah sebagian besarnya
pada masa pemberontakan total bangsa Yahudi di Palestina terhadap
penindasan imperium Roma, yang berlangsung sepuluh tahun lamanya,
yaitu antara tahun 65 sampai 75 masehi. Legiun X dari pihak Roma
melakukan pembunuhan-pembunuhan massal (massacre) pada
perkampungan-perkampungan Yahudi di seluruh Palestina, kecuali yang
sempat melarikan diri ke lembah Mesopotamia dan Arabia Selatan dan
berbagai wilayah lainnya.


Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Dapur Tutorial Blogspot

0 komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

Google+ Badge

 
© 2010-2012 misteri akhir zaman