Home » , » DETIK DETIK TERAKHIR SEBELUM PENYALIBAN 1

DETIK DETIK TERAKHIR SEBELUM PENYALIBAN 1

Dan karena Ucapan mereka: "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (Annisa: 157) Secara jelas, Al-Qur’an telah menyatakan bahwa Isa as tidak pernah dibunuh atau pun disalib.
Dapat disimpulkan, apabila Isa as tidak pernah dibunuh atau disalib, maka ia tidak pernah tertangkap. Jika hanya ia tertangkap, maka kecil kemungkinannya untuk disalib atau dibunuh. Kemudian Al-Qur’an menyatakan lagi bahwa orang yang dibunuh dan disalib itu adalah orang yang diserupakan dengan Isa as. Artinya, orang yang ditangkap di Getsemani itu bukanlah nabi Isa. lalu siapakah yang mengaku ngaku sebagai Yesus dari Nazaret itu? Mari kita simak artikel dbawah yang saya edit dan copypaste dari beberapa sumber .. Maka Yesus, yang tahu semua akan menimpa dirinya maju kedepan dan berkata kepada mereka: “siapakah yang engkau cari?”

Jawab mereka: “Yesus dari Nazaret.” Katanya dengan mereka: “Akulah dia.” Yudas yang menghianati dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka.

Ketika ia berkata kepada mereka: “Akulah dia,” mundurlah mereka dan jatuh ke tanah. (Yohanes 18:4-6)

Apabila diperhatikan kalimat “Maka Yesus, yang tahu semua akan menimpa dirinya maju kedepan dan berkata kepada mereka: siapakah yang engkau cari?”, maka akan timbul pertanyaan, mungkinkah Isa as tidak tahu siapa yang dicari oleh mereka? Mungkinkah para imam tidak tahu siapa yang mereka cari? Padahal yang bertanya adalah objek mereka.

Dan dengan aneh mereka menjawab “Yesus dari Nazaret”. Bukankah seharusnya mereka menjawab “Kamu” karena tidak mungkin mereka yang terdiri dari para imam tidak tahu seperti apa rupa yang mereka cari.

Peristiwa yang juga mengherankan adalah ketika Isa as menjawab:

”Akulah dia” mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.

Ada apa dengan kalimat “Akulah dia” sehingga mereka mundur dan jatuh ke tanah? Atau peristiwa apakah yang menyebabkan mereka terkejut sehingga mundur dan Jatuh ke tanah?

Setalah Yesus menjawab “Akulah dia” sehingga mereka mundur dan jatuh ke tanah, maka Yesus bertanya lagi:

Maka ia bertanya pula: “siapakah yang kamu cari?”

Kemudian mereka menjawab lagi: “Yesus dari Nazaret”

Jawab Yesus: “telah kukatakan kepadamu, akulah dia. Jika aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi.” (Yohanes 18:7)

Sungguh mengherankan, mengapa Isa as harus mengulang pertanyaannya? Mengapa sampai saat itu mereka belum memahami ucapannya? Mengapa peristiwa tanya jawab sederhana ini tiba-tiba menjadi sebuah dialog dengan konteks yang tidak lagi relevan dan rasional?

Sebenarnya beberapa penjelasan mengenai pertanyaan ini, dapat disimpulkan bahwa peristiwa yang terjadi sebenarnya tidak disampaikan menurut kejadian yang sebenarnya sehingga teks kisah ini menjadi amburadul. Untuk memahami atau menjawab semua keganjilan ini dibutuhkan sebuah pemahaman yang tajam dengan didukung oleh referensi yang penting dan relevan.
Jika dicermati, maka jawaban mereka “Yesus dari Nazaret” mengidikasikan bahwa orang yang bertanya bukanlah Yesus (Isa as). Seperti dijelaskan, apabila yang bertanya adalah Isa as sendiri, maka para imam akan menjawab “Kamu”. Sebab para imam telah mengenal betul sosok Isa as karena mereka sudah sering bertemu di Yerusalem untuk beribadah. Kemudian yang tak kalah penting, bagaimana pertanyaaN itu terjadi berulang-ulang lalu dijawab dengan jawaban yang sama, yaitu “Yesus dari Nazaret”, seolah-oleh para imam ingin dibuat lebih percaya terhadap omongannya.

Pada kenyataannya, Injil Yohanes sendiri hanya menyebutkan satu nama dari sekian banyak orang yang hadir di tempat itu, yakni “Yudas yang menghianati dia” atau Yudas Iskariot.

Paragraf selanjutnya yang lebih penting adalah “Ketika ia berkata kepada mereka: “Akulah dia,” mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.” Kalimat inilah yang harus diperhatikan, karena kalimat ini menunjukan sikap terkejut para imam. Jika kalimat itu hanya berhenti pada “Yesus dari Nazaret”, maka masih bisa diterima karena tidak menunjukan sikap yang aneh para imam. Dengan kalimat berikutnya, dapat diartikan mereka sangat terkejut dan ketakutan karena orang yang bertanya dan mengaku-aku Isa as bukanlah Isa as yang mereka ketahui melainkan orang lain. Orang-orang itu tidak dapat menafikan penglihatan mereka yang mungkin baru beberapa saat saja menyaksikan bahwa orang yang tadi berkata bukanlah Isa as. Lalu bagaimana mungkin dalam sekejap mata orang ini tiba-tiba menjadi Isa as? Artinya kenyataan inilah yang membuat mereka mundur dan terkejut yang mengakibatkan mereka jatuh ke tanah. Maksudnya, setelah menyaksikan orang yang bertanya itu tiba-tiba menjadi serupa dengan Isa as, mereka tidak bisa percaya sehingga mereka merasa ketakutan untuk beberapa saat, mundur dan terjatuh.

Dalam konteks ini, dapat dipahami bahwa orang yang bertanya dan mengaku-aku Isa as adalah Yudas Iskariot yang saat itu memang hadir bersama mereka. Yudas dengan rasa kesetiaan yang tinggi ingin menyelamatkan Isa as dari pembunuhan itu dan rela bekorban demi keselamatan Isa. Karena dalam Ijil, kalimat berikutnya adalah “Jawab Yesus: “telah kukatakan kepadamu, akulah dia. Jika aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi.” (Yohanes 18:7)”
wallahu a'lam ..


Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Dapur Tutorial Blogspot

0 komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

Google+ Badge

 
© 2010-2012 misteri akhir zaman